KULUK KERINCI SEBAGAI
MOTIF HIAS
PADA TAS WANITA
Jenis tas : Tas selempang
Motif : Kuluk dan naggari lahak
Ukuran : Diameter : 25 cm
: Panjang penutup : 47 cm
: Lebar penutup : 8 cm
: Lebar sisi : 9 cm
: panjang tali : 120 cm
: lebar tali : 3 cm
: Lebar motif : 4 cm
Teknik : batik tulis dan sulam payet
Bahan : kain primis saten 633
Pewarna : warna remozel
Karya yang berjudul “Berdampingan” pada motif utama kuluk menggunakan warna hitam yang digambarkan sebagai wanita tegas disandingkan dengan motif nangguri lahak yang memiliki arti hidup yang bersih. Hal ini sangat berdampingan kuat antara wanita dan hidup bersih, susunan motif ini mengandung pesan hendaknya wanita memiliki sifat yang bersih baik dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Selain itu, warna latar tas yang biru, yang melambangkan keagungan, kerendahan hati, dan perdamaian, turut memperkuat makna tersebut.
Pada karya yang berjudul”Berdampingan” ini pengkarya membuat bentuk tas tabung dengan penutup yang menyerupai kuluk asli. Karya ini mempunyai fungsi yaitu tas selempang wanita dengan bentuk tabung yang bisa digunakan pada acara formal dan nonformal. Secara visual karya ini terdiri dari kuluk yang diterapkan pada penutup tas dengan susunan motif pola lajur tepi lingkaran pada bagian sisi depan tas, dan ditambah dengan pola bidang beraturan yang disusun vertikal pada penutup tas yang ditambahkan motif nangguri lahak, dan pada bagian tengah pengkarya menggunakan teknik parafin. Sulam payet yang diterapkan pada karya ini yaitu terdapat pada bagian pinggiran tas, bagian tengah tas dan juga pada ujung penutup tas yang dibuat terjuntai mengikuti bentuk kuluk.
Jenis tas : Tas tangan
Motif : Kuluk dan naggari lahak
Ukuran : Diameter : 25 cm
: Panjang penutup : 28 cm
: Lebar penutup atas : 6 cm
: lebar penutup bawah : 8 cm
: panjang tali : 120 cm
: lebar tali : 3 cm
: lebar sisi : 9 cm
Teknik : batik tulis dan sulam payet
Bahan : kain primis saten 633
Pewarna : warna remozel
Karya yang berjudul ” Kesatuan ” ini diambil dari bentuk karya yang menjadikan kuluk sebagai motif hias dengan pola susunan motif lengkung tabung yang saling bersatu, dan jumbei yang dijadikan sebagai penutup tas. Kuluk dalam karya ini digunakan untuk menggambarkan kekuatan dan keindahan perempuan yang bersatu dengan budaya, serta menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga dan meneruskan tradisi.
Dengan penambahan motif nangguri lahak yang berarti dalam menjaga dan meneruskan tradisi perempuan hendaknya menggunakan hati yang bersih. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya makna warna yang digunakan dalam pembuatan karya yaitu coklat, merah muda dan hitam yang jika digabungkan makna dari warna ini yaitu kesopanan, tegas dan prasaan yang gembira. Oleh karena itu lah karya ini diberi judul kesatuan. Karya yang berjudul “Kesatuan” ini berbentuk tabung berfungsi sebagai tas selempang. Komposisi motif pada karya ini yaitu kuluk dan motif nangguri lahak yang dibuat dengan pola komposisi lajur tepi lingakaran mengikuti bentuk tas dan yang diterapkan pada bagian sisi depan tas dan pada penutup tas diterapkan motif nangguri lahak dengan pola berulang vertikal. Sulam payet yang diterapkan pada karya ini adalah pada bagian pinggiran tas, pinggiran penutup tas dan juga pada bagian bawah penutup tas yang dibuat terjuntai.
Jenis tas : Tas tangan
Motif : Kuluk dan naggari lahak
Ukuran : Diameter : 20 cm
: Tinggi : 20 cm
: panjang tali : 46 cm
: lebar tali : 3 cm
Teknik : batik tulis dan sulam payet
Bahan : kain primis saten 633
Pewarna : warna remozel
Karya kedua yang bertajuk “Refleksi” ini memiliki arti gambaran atau cerminan diambil dari bentuk motif dua kuluk yang saling berhadapan diterapkan pada bagian depan tas yang berarti hendaklah perempuan berprilaku seperti seperti cermin yang memiliki kemampuan untuk mencerminkan atau merefleksikan sikap, prilaku, atau nilai-nilai orang lain dalam diri sendiri. Pada bagian samping kanan, kiri dan belakang diterapkan motif kunci kuluk dengan bentuk penyusunan pola memancar yang mana letaknya menyilang dari bagian kiri atas ke kanan bawah yang dibuat bertumpu pada bagian tengah tas yang diartikan sebagai wanita yang diharapkan bisa menjaga peran kunci keharmonisan keluarga dan budaya.
Susunan kuluk pada bagian depan tas yang hanya dibuat dua buah dengan bentuk yang berhadapan dan sejajar dengan tujuan agar sisi bagian kanan dan kiri kuluk terlihat. Sedangkan pada bagian sisi kanan dan kiri bentuk motif Nangguri lahak yang disusun dengan pola lajur tepi lingkaran mengikuti bentuk tas. Sulam payet yang diterapkan pada karya ini yaitu terdapat pada bagian tali tas, pinggiran tas dan juga pada sisi bagian kanan dan kiri.
Jenis tas : Tas tangan
Judul : kesatuan
Motif : Kuluk dan naggari lahak
Ukuran : Diameter : 25 cm
: Panjang penutup : 29,5 cm
: panjang tali : 120 cm
: lebar tali : 3 cm
: lebar sisi : 9 cm
Teknik : batik tulis dan sulam payet
Bahan : kain primis saten 633
Pewarna : warna remozel
Karya yang berjudul “Bersua” ini yang terinspirasi dari bentuk kuluk yang dibuat dengan susunan motif dua kuluk saling berhadapan dengan alasan agar terlihat sisi kanan dan kiri kuluk, hal ini juga diartikan sebagai wanita yang bertemu pada saat prosesi adat dengan perasaan gembira dan bahagia di mana hal itu diambil dari makna warna yang digunakan pada motif tersebut yaitu merah muda. Pada keliling tas diterapkan motif kunci kuluk yang menggunakan warna coklat yang berarti kesopanan dan kehormatan. Maka dari itu hendaklah wanita yang bersua dapat membawa sikap yang penuh hormat dan kesopanan yang mencerminkan kebijaksanaan dalam kehidupan sosial. Motif ini juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam hubungan antar individu. Karya ini berbentuk tabung yang berfungsi sebagai tas tangan. Pada tali tas diterapkan motif nangguri lahak dengan pola susunan vertikal. Pada karya ini pengkarya menerapkan sulam payet pada bagian pinggiran tas dan juga bagian depan tas sebagai pembatas antara kuluk.
Warna yang digunakan pada karya yang berjudul “Bersua” ini yaitu warna merah muda pada kuluk yang melambangkan perasaan gembira dan bahagia dan warna coklat untuk motif kunci kuluk yang memiliki makna kesopanan, kearifan, kebijaksanaan dan kehormatan. Selanjutnya warna biru yang diterapkan sebagai warna latar yang yang memiliki arti keagungan, murah hati, kesetiaan dan perdamaian.
Jenis tas : Tas tangan
Motif : Kuluk dan naggari lahak
Ukuran : Diameter : 15cm
: Tinggi : 30 cm
: panjang tali : 40 cm
: lebar tali : 3 cm
Teknik : batik tulis dan sulam payet
Bahan : kain primis saten 633
Pewarna : warna remozel
Karya ketiga ini berjudul “Seluruh Sisi” terinspirasi dari bentuk kuluk yang diterapkan sebagai motif berbagai sisi yaitu tampak samping kanan, tampak kiri dan juga tampak atas dengan alasan agar terlihat bentuk kuluk dari berbagai sisi. Melalui penggunaan perspektif yang berbeda-beda, karya ini menggambarkan keindahan dalam keragaman sudat pandang. Karya ini memiliki arti wanita yang memiliki sifat tegas dan mandiri di mana diambil dari bentuk motif yang dibuat berdiri sendiri dengan menggunakan warna hitam dan sebagai pembatas antara motif ini diberi motif nangguri lahak yang berdiri tegak yang mengartikan hendaknya wanita dalam berfikir menggunakan pikiran yang lurus dan tidak plin-plan. Karya ini berbentuk tabung yang berfungsi sebagai tas tangan. Pada bagian pembatas antara kuluk pengkarya menerapkan motif nangguri lahak dengan pola berulang vertikal, dan pada bagian sisi atas tas diberi motif kunci kuluk dengan komposisi motif berulang horizontal. Pada karya ini pengkarya menerapkan sulam payet pada bagian tali tas dan juga pada pembatas antara motif kunci kuluk.
Warna yang digunakan pada karya berjudul “Seluruh Sisi” ini yaitu warna hitam untuk motif utama yaitu kuluk yang melambangkan menekan dan tegas, dan warna kuning dan merah muda pada motif nangguri lahak yang melambangkan kecerahan, kegembiraan, keagungan dan kemegahan. Selanjutnya warna latar yaitu warna coklat yang memiliki makna kesopanan, kearifan, kebijaksanaan dan kehormatan.
Nama : Afri nivia nanda
Nim : 09411421
Tahun : 2024