KREASI BAGAS GODANG MUARATAIS
SEBAGAI MOTIF PADA KEMEJA BATIK
Motif : bagas godang ( motif utama ) dan sipatomu tomu, ( motif tambahan)
Ukuran : L
Bahan : kain primisima dan warna reaktif remasol
Teknik : batik tulis dan jahit
Tahun : 2022
Parsilaungan” (tempat Berlindung). Dalam karya ini menggambarkan salah satu fungsi Bagas Godang yaitu sebagai “parsilaungan” (tempat berlindung/berteduh). Hal ini menyimbolkan Bagas Godang sebagai tempat yang teduh dan aman sebagai parsilaungan (perlindungan) dari segala gangguan dari luar. Rumah disusun tiga dengan arah atap yang saling bertemu dan diletakkan pada bagian bawah baju saja. Di tengah bidang kemeja dibuat sebuah motif menyerupai atap yang terinspirasi dari bentuk atap Bagas Godang namun hanya diisi dengan motif menyerupai ornamen yang terdapat dalam Bagas Godang. Hal ini menyimbolkan Bagas Godang sebagai tempat yang teduh dan aman sebagai parsilaungan (perlindungan) dari segala gangguan dari luar.
Motif : bagas godang ( motif utama ) dan sipatomu tomu, ( motif tambahan)
Ukuran : XL
Bahan : kain primisima dan warna reaktif remasol
Teknik : batik tulis dan jahit
Tahun : 2022
“Matobang”(menua/usan). Pada karya ini menggambarkan keadaan dan kondisi Bagas Godang sekarang hingga kedepannya bila tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik.Sedangkan susunan motifnya dibuat bersusun dan bertumpuk. Sebagaimana fungsi Bagas Godang itu sendiri dimana menjadi tempat berkumpul dan juga tempat musyawarah adat. Dengan begitu diharapkan untuk lebih menjaga kelestarian Bagas Godang agar nilai-nilai yang ada didalammya juga senantiasa tetap terjaga.
Motif : bagas godang ( motif utama ) dan sipatomu tomu, ( motif tambahan)
Ukuran : XL
Bahan : kain primisima dan warna reaktif remasol
Teknik : batik tulis dan jahit
Tahun : 2022
“Markoum” (bersaudara). Karya ini menggambarkan hubungan persaudaraan yang berkaitan dengan adat. Jejeran motifnya membentuk suatu kesatuan yang menggambarkan kedekatan antar sesama. Makna dari karya ini menceritakan bagaimana nilai persaudaraan di Bagas Godang ini masih terjaga.
Motif : bagas godang ( motif utama ) dan sipatomu tomu, ( motif tambahan)
Ukuran : XL
Bahan : kain primisima dan warna reaktif remasol
Teknik : batik tulis dan jahit
Tahun : 2022
Karya ini berjudul “Marsigoloman”, dimana pada karya ini motif Bagas Godang dibuat dengan posisi perspektifnya lalu disusun dengan berbaris dan berurutan, kemudian dihubungankan satu sama lain dengan salah satu motif yang diambil dari ornamen Bagas Godang tersebut. Hal ini membentuk gambaran seperti judul yaitu Marsigoloman (saling merangkul). Motif yang telah tersusun tersebut kemudian dibuat pengulangan yaitu pada bagian depan baju, belakang hingga lengan baju. “Marsigoloman” (saling merangkul), karya ini menyampaikan salah satu nilai yang masih kental dalam masyarakat batak terutamanya di dalam lingkungan Bagas Godang, yaitu marsigoloman (saling merangkul) dalam hal ini menyampaikan pesan dalam keadaan apapun masyarakat dan keluarga harus saling merangkul dan membantu baik susah maupun senang
Motif : bagas godang ( motif utama ) dan sipatomu tomu, ( motif tambahan)
Ukuran : XL
Bahan : kain primisima dan warna reaktif remasol
Teknik : batik tulis dan jahit
Tahun : 2022
“Martahi” (musyawarah adat), Makna yang disampaikan pada Karya ini menggambarkan salah satu aktivitas yang masih dilakukan pada Bagas Godang yaitu “Martahi” (musyawarah adat). Pada bidangnya motif dikreasikan beberapa macam susunan dan ukuran. Beberapa dibuat bersusun tiga, di mana ini menggambarkan dalihan natolu (kekerabatan Batak yang terdiri dari mora, kahanggi, dan anakboru). Kemudian sebagian dibuat berukuran lebih besar, menggambarkan pihak-pihak penting dalam martahi seperti raja dan jajarannya. Terakhir dibuat dengan ukuran lebih kecil, menggambarkan masyarakat yang ikut serta dalam martahi tersebut. Untuk motif tambahan pengkarya menambahkan dan mengkreasikan ornamen yang terdapat pada Bagas Godang tersebut
Nama : Khairunnisa
Nim : 09411421
Tahun : 2023