logoo

SENJATA KURAMBIK
DALAM FOTOGRAFI PRODUK

Lapiah Jarami Sirambik Minang

Elegan Kurambik Ketek

Si Tanduak Rumah Gadang

Limo Kurambiak

Ragam Kurambik Minang

Culture kurambik Minang

Kurambik Saruang Kulik

Si Saruang Hitam

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya kedua puluh tiga dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Kurambiak Gadang”.Foto ini menampilkan kurambik dengan ukuran yang besar dari ukuran kurambik pada umumnya. Kurambik ini memiliki panjang mata pisau 20 CM dan panjang keseluruhan mencapai 35 CM. Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa standar 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/14 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/125 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan\ low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah eye level agar gambar dapat terlihat secara keseluruhan.

Dipemotretan memakai 1 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan memainkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya keempat belas dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Elegan Kurambik Ketek”.Foto ini menampilkan bentuk kurambik Ketek sarung kulit dengan membuat kilauan pada mata pisaunya sehingga gambar terlihat elegan. Pada foto ini kurambik dan sarungnya dipsah guna memperlihatkan mata pisau kurambik, selain itu pengkarya juga meposisikan kurambik dan sarungnya di atas batu batu agar mendapatkan piosisi yang dapat memperlihatkan kurambik dan sarungnya denggan menyusun sesuai dengan gambar di atas.

Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/16 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/200 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah eye level agar gambar terlihat sejajar. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya keempat dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Si Tanduak Rumah Gadang”. Pada karya di atas terlihat kurambik dan sarungnya disusun membentuk tanduk Rumah Gadang yang merupakan rumah adat di minang. Selain susunannya yang membentuk atap Rumah Gadang di dalam foto ini juga terdapat besi bulat yang terletak di bagian bawah tangkai kurambik, besi ini merupakan bhan dasar untuk pembuatan mata pisau kurambik.

Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/16 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/160 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah eye level agar gambar terlihat sejajar. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya keenam belas dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Limo Kurambik”.Foto ini menampilkan lima buah kurambik dengan jenis yang berbeda yang terdiri dari kurambik kiblat, kurambik ketek, kurambik gadang, sirambik minang, dan kurambik pengembangan. Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/22 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/160 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah high angel agar gambar dapat terlihat secara keseluruhan. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya kedua puluh dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Ragam Kurambik Minang”.Foto ini menampilkan empat macam Kurambik khas Minang, yaitu Kurambik Kiblat, Kurambik Saruang Kayu, Kurambik Pengembangan, Dan Sirambik Minang.

Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/14 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/160 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah high angle agar gambar dapat terlihat secara keseluruhan. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya ketujuh belas dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Culture Kurambik Minang”.Foto ini menampilkan ciri khas dari kurmbik Minangkabau, yaitu ukiran khas Minang yang terdapat pada bagian sarung dan tangkainya. Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/22 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/160 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah high angle agar gambar dapat terlihat secara keseluruhan. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya ketiga dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Kurambik Saruang Kulik”. Kurambik ini memilki memiliki motif ukiran Lapiah Padi pada bagian taangkainya yang mana ukiran tersebut merupakan ciri khas dari ukiran Minangkabau dan pada bagian sarungnya dibuat menggunakan kulit sebagai ciri khas dari kurambik buatan Mak Etek Rumah Gadang, dan di belakang objek utama terdapat lampion yang terbuat dari kayu, amun lampion ini sudah di perbaharui dengan menggunakan lampu listrik. Artistik dari foto ini menggambarkan kurambik yang masih bertahan di era modern dengan sedikit pembaharuan, namun tidak mengubah konsep dari kurambik tersebut.

Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/10 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/200 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 200 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah eye level agar gambar terlihat sejajar. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Ukuran foto: 40 x 60 cm

Media: Matte Paper

Foto ini merupakan karya kedua belas dari “Kurambik Khas Minang”. Karya ini diberi judul “Si Saruang Hitam”.Foto ini menampilkan sarung kurambik pengembangan yang berwarna hitam dan terbuat dari kulit, namun tetap mempertahankan ciri khas minang dengan tambahan kulit yang di buat membentuk ukiran Lapiah Jarami di atas sarungnya. Karya ini di ambil dengan menggunakan lensa 50 MM. Pengaturan exposure pada kamera ialah diafragma F/14 agar ruang tajam pada foto luas sedangkan speed 1/200 penggunaan speed ini cukup tinggi bertujuan mendapatkan low key karna ingin mendapatkan foto yang detail, pengunaan ISO 100 untuk menyeimbangkan kecerahan agar kualitas gambar jernih. Posisi pada kamera yang digunakan ialah high angle agar detail gambar terlihat jelas. Dipemotretan memakai 2 lighting untuk memberikan kesan lowkey dan untuk memberi cahaya pada produk Kurambik supaya medapatkan detail dan menghilangkan shadow. Setelah itu karya masuk pada tahap editing yang dilakuakan dengan Adobe photoshop untuk meninggkatkan warna dan cahaya.

Nama : Riki oktavian
Nim : 09411421
Tahun : 2025​