logoo

STAR SYNDROME DALAM
FOTOGRAFI KONSEPTUAL

Stay Glamour

Merendahkan Orang Lain

Pengaruh Media Sosial

Idola

Penyanyi Terkenal

Merasa Dikejar Fans

Kaya Raya

Tidak Boleh Disentuh

Jadwal Konser Padat

Berkebutuhan Eksklusif

Lain Ukuran : 40 X 60 Cm

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto kesembilanbelas yang berjudul “Merendahkan Orang Lain” ini memperlihatkan dua orang subjek sedang membuang sampah dan satu subjek berdiri diatas tong sampah sambil berpose menggunakan baju yang hedon. Pada foto tampak subjek dengan sombongnya berdiri diatas tong sampah yang menandakan bahwa pelaku star syndrome tersebut menganggap orang lain juga termasuk sampah baginya. Pelaku star syndrome tampak senang dan bahagia ketika ia merendahkan orang lain, hal itu merupakan kepuasan dirinya sebagai pelaku star syndrome karna merasa dirinya adalah orang yang lebih tinggi dari siapapun. Subjek yang sedang membuang sampah terlihat berekspresi tertawa karena, alih alih merasa direndahkan oleh pelaku star syndrome, mereka justru menertawakan dan menganggap subjek yang berdiri diatas tong sampah adalah sampah itu sendiri. Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/8,0, ISO 100 dan Shutterspeed 1/100. Pengkarya melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan cahaya utama yaitu matahari (available light) dan tambahan flash eksternal. Sudut pandang pada foto ini adalah low angle. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, magic wand tool dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff 

Pada karya foto kesepuluh yang berjudul “Stay Glamour” ini memperlihatkan seorang star syndrome yang sedang tidur memakai baju mewah dan dikelilingi oleh peralatan dandan. Pada foto tampak beberapa objek seperti alat dandan yang di letakkan di samping kiri dan kanan subjek menandakan bahwa subjek selalu dekat dengan peralatan dandannya. Subjek yang tampak tertidur tersebut juga memakai pakaian mewah mengartikan bahwa pelaku star syndrome selalu ingin tampil cantik bahkan pada saat ia tidur, perasaan seperti ini dialami oleh seseorang dengan penyakit mental star syndrome yang menjadikannya memiliki pikiran bahwa ia harus selalu tampil sempurna bahkan jika itu tidak pada waktu ataupun tempat yang seharusnya. Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/7,1, ISO 100 dan Shutterspeed 1/160. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan (indoor) dengan cahaya dari atas (top light). Sudut pandang pada foto ini adalah top angle. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Sosial Ukuran : 40 X 60 Cm Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto yang berjudul “Pengaruh Media sosial” ini terlihat sseorang yang merupakan pelaku penyakit star syndrome pada zaman sekarang. Zaman sekarang tidak luput oleh media sosial, pada visual terdapat objek tangan menggenggam handphone dengan logo dari beberapa media sosial. Pengkarya mengartikan bahwa objek tersebut merupakan pengaruh bagi subjek yakni seorang star syndrome yang terletak pada bagian tengah frame. Dalam foto juga terlihat manipulasi bayangan dari subjek, seolah terpengaruh oleh beberapa pengaruh yang merupakan objek pendukung seperti tangan menggenggam handphone dan beberapa logo dari media sosial mulai dari Instagram, youtube, twitter, tiktok, facebook dan bigolive didalamnya. Jadi, pengkarya bermaksud menghadirkan visual dengan cerita bagaimana seorang dengan penyakit star syndrome terpengaruh oleh media sosial, hal tersebut menjadi keuntungan dan akan berdampak besar karena seorang dengan penyakit mental star syndrome sangat mudah terpengaruh oleh hal yang membuat dirinya terlihat di lingkungan, baik virtual maupun dunia nyata.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 35mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/7,1, ISO 100 dan Shutterspeed 1/125. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan studio (indoor) dengan sumber cahaya utama (main light).sudut pandang foto

ini adalah medium shoot. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Ukuran : 40 X 60 Cm

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto ketujuhbelas yang berjudul “Idola” ini memperlihatkan seseorang star syndrome yang melakukan aksi seolah ia sedang konser. Objek poster pada dinding dengan gambar seorang musisi bertato merupakan sang idola subjek utama yakni pelaku star syndrome dan poster yang barada tepat disebelah cermin merupakan gambar dirinya yang seolah adalah Musisi terkenal itu sendiri. Gambar pada poster diganti menjadi wajah si star syndrome menandakan kecintaannya terhadap idolanya tersebut hingga menirukan gaya sang idolanya. Terlihat juga subjek menirukan aksi dari idolanya mulai dari tato palsu, sapu yang dijadikan sapu, dan beberapa aksesoris seperti kacamata serta ikat kepala yang seolah ia adalah sang idolanya itu sendiri. Pengkarya ingin menyampaikan bahwa seorang yang terlalu mengidolakan artis favoritnya bahkan menirukan gaya dan profesi artis tersebut hingga kehilangan identitas diri sendiri akibat dari penyakit mental “star syndrome”.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/5, ISO 100 dan Shutterspeed 1/160. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan (indoor) dengan cahaya cahaya buatan (continous light). Sudut pandang pada foto ini adalah low angel. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Ukuran : 40 X 60 Cm 

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto keempat yang berjudul “Penyanyi Terkenal” ini memperlihatkan seorang pelaku star syndrome seolah sedang melakukan konser melalui imajinasinya. Dalam visual tampak beberapa subjek pendukung lainnya yang menjadi penonton dengan bentuk siluet yang memeriahkan aksi dari subjek utama yakni seorang star syndrome yang sedang tampil sebagai penyanyi terkenal. Dalam foto juga terdapat speaker yang diinjak oleh subjek menandakan bahwa ubjek seolah berada di atas panggung. Lampu sorot yang menyoroti subjek juga menjadi objek yang membuat cerita pada foto manjadi semakin terkesan seperti sungguhan dengan latar belakang jalanan.Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/5,6, ISO 125 dan Shutterspeed 1/320. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan studio (indoor) dengan sumber cahaya utama (main light). Sudut pandang pada foto ini adalah long shoot. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. Mulai dari pen tool untuk menghilangkan background dari subjek dan menggantinya dengan foto flyover yang dihiasi oleh lampu jalan, rectangle untuk membuat efek cahaya lampu jalan bersinar mengarah ke subjek serta proses akhir dari editing pengkarya mengatur pencahayaan dan saturasi warna agar karya lebih maksimal.

Ukuran : 40 X 60 Cm 

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto kedelapan yang berjudul “Merasa Banyak Penggemar” ini menampilkan visual yakni seorang star syndrome yang berlari karena merasa dikejar oleh penggemarnya. Pada foto terlihat pelaku star syndrome memakai baju merah mewah berlari menghindari penggemar yang berada dibelakangannya. Tampak juga subjek beberapa dari orang dibelakang subjek utama yang merupakan penggemar tersebut yang sebenarnya tidak sedang mengejar pelaku star syndrome itu sendiri. Latar belakang jalanan dan langit Bintang serta lampu jalan dengan sorot cahaya Bintang merupakan penanda bahwa cerita ini merupakan seorang star syndrome yang merasa dikejar oleh penggemarnya padahal tidak, objek bangunan yang terletak pada bagian kiri dan kanan terlihat seolah seperti efek slow speed ini menandakan bahwa subjek sedang berlari.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/9,0, ISO 100 dan Shutterspeed 1/160. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan (indoor) dengan cahaya buatan (continuous light). Sudut pandang dari foto ini adalah high angle. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Ukuran : 40 X 60 Cm Media

Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto keempatbelas yang berjudul “Kaya Raya” ini memperlihatkan beberapa elemen visual mulai dari objek uang, gerobak, mahkota dan dua orang sebagai subjek. Pada foto tampak subjek yang menggunakan mahkota merupakan seorang dengan penyakit mental yakni star syndrome seolah adalah bos dan menaiki gerobak yang pengkarya manipulasi seolah seperti kolam uang agar terkesan bahwa pelaku star syndrome adalah orang kaya raya, namun uang itu hanya bernominalkan 2.000 Rupiah yang menandakan sebenarnya ia bukanlah orang kaya raya. Objek gerobak menandakan itu adalah kendaraan mewahnya pelaku star syndrome dan seorang subjek yang berdiri mengangkat gerobak adalah pengawalnya. Latar belakang langit ini mengartikan ia adalah orang paling tinggi dan kaya raya, ditambah objek uang yang muncul dari bagian kiri dan kanan frame foto seolah uang itu membanjiri si pelaku star syndrome dan terkesan seperti ia adalah orang kaya raya.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/5,0, ISO 125 dan Shutterspeed 1/250. Pengkarya melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan cahaya cahaya buatan (speedlite). Sudut pandang pada foto ini adalah long shoot. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, penggabungan bahan foto utama dengan foto bahan foto lainnya, penggandaan objek menggunakan clone stamp tool, dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Ukuran : 40 X 60 Cm

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Tahun : 2024

Pada karya foto keduabelas yang berjudul “Tidak Boleh Disentuh” ini memperlihatkan seorang star syndrome sedang berdiri diatas box panggung mengenakan pakaian mewah sambil tersenyum. Pada foto ini tampak subjek seolah menjadi Bintang panggung, tampak juga beberapa objek tambahan seperti tangan yang terinjak, ini menandakan bahwa subjek yakni pelaku star syndrome tidak ingin disentuh oleh para penggemarnya. Lantai dari panggung juga terlihat ada beberapa ikon Bintang dengan tulisan “don’t touch me” menandakan bahwa subjek yang merupakan pelaku star syndrome tidak boleh disentuh. Lampu sorot yang membias ke atas tapak terkesan seperti lampu panggung besar yang menandakan bahwa subjek sedang berada di panggung.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/1,6, ISO 100 dan Shutterspeed 1/100. Pengkarya melakukan pemotretan di dalam ruangan (indoor) dengan cahaya cahaya buatan (continous light). Sudut pandang pada foto ini adalah high angel. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping untuk memotong bagian tepi foto lalu Penambahan objek munggunakan pen tool, penggunaan inner glow, drop shadow, inner shadow dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya

Ukuran : 40 X 60 Cm 

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto keenambelas yang berjudul “Merasa Punya Jadwal Konser” ini menampilkan visual dari latar belakang yang berbeda tema, papan poster (baliho) pertunjukan dan seorang subjek yang merupakan pelaku star syndrome. Pada visual latar belakang yang berbeda seperti malam, siang dan sore ini menandakan jadwal yang dimiliki oleh subjek yakni pelaku star syndrome, seolah itu merupakan jam terbangnya sebagai artis. Papan poster (baliho) ini menandakan banyaknya tempat yang harus ia datangi untuk melakukan menampilan konsernya padahal sebenarya itu hanya halusinasinya. Kenyataannya sebenarnya subjek yang memakai kain sarung hanya duduk dan memikirkan khayalannya itu sendiri sambil memangku kepalanya dan tersenyum mengarah ke langit yang menandakan ia sedang berhalusinasi.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/7,1, ISO 100 dan Shutterspeed 1/200. Pengkarya melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan cahaya utama yaitu matahari (available light) dan tambahan flash eksternal . Sudut pandang pada foto ini adalah long shoot. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, magic wand tool dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Ukuran : 40 X 60 Cm

Media Cetak : Glossy Paper Laminating Doff

Pada karya foto ketigabelas yang berjudul “Berkebutuhan Ekslusif” ini menampilkan visual yang bertemakan pasar, terlihat beberapa subjek yang memegang sapu, sayuran dan pel berbaris menyambut seorang yang turun dari angkot mengenakan baju mewah yang merupakan pelaku star syndrome dimana ia memiliki kebutuhan khusus. Pada foto tampak objek mobil dan karpet merah ini seolah merupakan kebutuhan si pelaku star syndrome padahal ia hanya pergi ke pasar untuk membeli sayur. Latar belakang pada foto memperkuat bahwa dalam visual terdapat pelaku star syndrome yang memiliki kebutuhan khusus bahkan saat ia sedang dipasar hanya untuk membeli sayur. Dalam visual juga terlihat pelaku star syndrome yang baru saja turun dari mobil di sambut dengan karpet merah dan beberapa orang subjek lainnya seolah menjadi pengawal yang dimana hal itu adalah kebutuhan si pelaku star syndrome, karna merasa dirinya seseorang yang istimewa dan harus diberi perlakuan khusus layaknya ratu.

Pengkarya mengambil foto ini menggunakan kamera Sony A6000 dengan lensa Sigma Art 30mm. Dalam karya ini pengkarya menggunakan setting kamera yaitu F/7,1, ISO 100 dan Shutterspeed 1/200. Pengkarya melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan cahaya utama yaitu matahari (available light). Sudut pandang pada foto ini adalah long shoot. Proses editing pada karya ini menggunakan Adobe Photoshop. mulai dari cropping, Penambahan objek munggunakan pen tool, magic wand tool dan penyesuian warna menggunakan fitur adjustment untuk finishing pada karya.

Nama : Muhammad Qodri Alfi
Nim : 09411421
Tahun : 2025​